FisTx Indonesia

Nursery System di Indonesia

Nursery system telah lama dikembangkan ke beberapa Negara yang mengalami EMS (Early Mortality System)  seperti Vietnam, Thailand dan China. Namun di Indonesia sejatinya nursery system telah lama dikenal pada budidaya udang windu seperti dengan istilah oslah dan gelondong. Sistem oslah atau gelondong dikembangkan secara tradisional dibeberapa wilayah seperti di Pantura Jawa dan Lampung. Nursery system di Indonesia dapat kita upgrade secara teknologi dengan perbaikan sistem budidaya mulai dari kontruksi hingga sistem panennya.

Nursery sistem di Indonesia sangat besar dikembangkan di Indonesia dengan menggunakan teknologi ekonomis seperti kolam bulat maupun race ways (kolam arus deras). Kontruksi dapat dibuat dengan indoor atau outdoor. Kontruksi indoor dengan menggunakan keragaman lokal seperti bambu karena bambu memiliki keunggulan berupa kekuatan akan korosif dari air laut sebaiknya menggunakan bambu yang tua dan telah direndam di air cukup lama. Dinding bangunan dapat mengguakan gedek atau anyaman bambu yang dilapisi dengan UV plastik dan begitupun dengan atapnya dapat menggunakan plastik UV yang lebih tebal. Penggunaan UV plastik untuk indoor dapat menjaga kestabilan suhu yang akan memicu perubahan paramter air lainny. Sedangkan kontruksi outdoor dapat menggunakan pelapis menggunakan paranet 70% untuk menjadi shading untuk menjaga blooming BGA dari penetrasi sinar matahari serta penjagaan kestabilan suhu.

Nursery sistem merupakan solusi ditengah pandme AHPND dan EMS . Nursery sistem memiliki management sendiri dalam pengelolaanya. Management nursery terbagi dalam management pengelolaan air, pakan dan kesehatan udang. Pengelolaan air yang utama adalah parameter DO (oksigen terlarur) minimal 5 ppm pengelolaan air dapat dilakuakan dengan penambahan aerator air seperi nanobuble, microbuble, disfusser microbuble dan jet aerator. Tidak kalah penting menjaga kadar ammonia  dengan konsentrasi lethal 50 untuk udang vannamei antara 0,7-3 mg/L. Lethal dosis ammonia meningkat seiiring kenaikan suhu dan pH dengan kondisi aman ammonia 0,05 – 0,15 mg/L. Selanjutya adalah pH dan fluktuasi pH sebaiknya range pH berada di 7,5-8 dengan fluktuasi pH dibawah 0,5 tiap pagi dan sore hari. Tidak kalah penting adalah ORP (potensial redoks) pada kolam bulat hal ini menandakan laju nitrifikasi dan persebaran oksigen lebih merata sebagai hasil dari poses sendimentasi yang baik akibat dari penerapan titik aerasi yang tepat. ORP yang aman untuk budidaya adalah diatas 200 mV dan paling baik berada di atas 300 mv dan perlu dilakuakn perubahan apabila nilai ORP berada dibawah 100 mV karena vibrio masih dapat berkembang pada ORP teresebut. Demikian parameter kualitas air yang perlu diperhatikan dapat ditambakan nilai alkalinitas, hardness, TVC, nitrite dan nitrate. Salah satu cara yang pelru diperhatikan adalah titik aerasi, arah angin dalam penentuan titik sendimetasi dan penggunaan probiotik untuk pengelolaan air untuk mereduksi ammonia, nitrite, nitrate dan asam sulfida yang harus tepat jumlah dan tepat ukuran karena penggunaan yang berlebihan dapat menybabkan alkalnitas turun dan berakibat pada buffer pH sehingga udang mudah stress.

Selain pengelolaan air diperlukan pengelolaan pakan dan kesehatan udang. Pengelolaan pakan dapat diberikan imbuhan pakan yang beirisi nutrisi hepato pankreas, asam organik, mineral dan multivitamin selama 20 hari karena merupakan fase perkembangan  hepato pankreas.  Pemberian pakan yang tepat mutu menjadi titik kritis untuk awal sebaiknya diberikan artemia selama 7 hari dan kemudian dilakukan kombinasi pada 3 hari terakhir dengan pakan buatan sebagai komplementer unutk selanjutnya menggunakan pakan buatan dengan kadar protein diatas 40% guna menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang. Kombinasi dari pengelolaan air dan pakan yang baik akan membetuk kesehatan udang yang prima. Sistem atau metoda budidayapun dapat menyesuaikan seperti untuk step 1 (DOC 1-20) dapat menggunakan sistem bioflock dengan tebaran 1000 PL/ m2 dengan target ukuran 2-250 mg/ekor. Step 2 (DOC 21-40) dengan tebaran 500 PL/m2 dengan target ukuran 250 mg-5g dan digunakan sistem semi flock. Kemudian step terakhir (DOC 41-panen) dengan tebaran 200 PL/m2 melalui sistem semiflock/semi RAS dengan ukuran (5-25 gram ). Namun step diatas dapat dipersingkat menjadi 2 step dengan step 1 dari DOC 1-30 dan dilanjutkan dengan step2 DOC 31-panen.

Peran Pemerintah dan swasta dalam menjaga dari outbreak penyakit AHPND dan EMS adalah dengan bersama mengembankan sistem Nursery. Pemerintah dengan Balai -balai perikanan dapat menjadi tempat nursery dari balai benih udang ataupun hatchery swasta dan melakuakan perawatan benur selama 20-30 hari untuk selanjutnya di distribusikan kepada petambak petambak rakyat. Peran pemerintah sendiri berkontribusi untuk melakukan riset secara berkesinambungan untuk mengembahkan sistem nursery petambak rakyat atau panti benih dengan melibatkan swasta sebagai katalistor. Sedangkan swasta dapat mengembangkan sistem nursery secara pribadi pada tambak tambak dengan menggunakan tekologi yang ada dan sekaligus mejadi panti benih untuk petambak rakyat disekitar lokasi pertambakan yang dimiliki swasta. Hatchery swasta memliki peran penting untuk memastikan benur yang bebas dari penyakit atau SPF dan pengembangan swasta dalam pakan benih maupun untuk nutrisi udang di awal. Serta untuk para starat up perikanan dalam kolaborasi mengembangkan teknologi nursery system. Pengembangan nursery sytem harus didukung dengan zonasi wilayah budidaya dan analisis dampak lingkungan , namun nursery system ini memiliki keunggulan beban loading bahan organik yang rendah dibandingkans sistem konvensional.

Nursery system perlu didukung dengan teknologi terkini seperti managament data digital yang cukup banyak pilihan melalui platform digital. Pemantaun kualitas air, pertumbuhan, kesehatan dan simulasi stok dan keuangan akan memberikan presisi tersendiri. Pengelolaan air perlu dipertimbangkan dengan sistem fisika yang lebih murah dan lebih aman tanpa residu dibandingkan dengan dengan sistem kimiawi yang banyak digunakan. Nursery perlu dikembangakan dengan teknologi terkini seperti penggunaan nano buble dan Oase pond dengan SOP yang lebih aplikatif.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Related Post