FisTx Indonesia

Mineral Pada Udang Galah

Pada dasarnya pertumbuhan udang terdiri atas serangkaian proses moulting. Khususnya pada tahap post-moult terjadi proses pengerasan kulit melalui pengendapan kalsium pada kulit udang. Kebutuhan kalsium dapat dicukupi dari pakan dan dari lingkungan. Dengan demikian peran kalsium sangat dominan dalam proses pengerasan kulit udang, maka dalam fase pengerasan tersebut dibutuhkan kalsium yang cukup tinggi. Setelah proses moultingselesai, kalsium yang berada di hemolimfa digunakan untuk pengerasan eksoskeleton (cangkang). Kalsium yang berasal dari hemolimfa hanya memenuhi 10% dari kebutuhan kalsium, dan sisanya diperoleh dari kalsium di lingkungan perairan. Oleh karena itu, terdapat hubungan yang positif antara kalsium pada hemolimfa dan kadar kalsium di lingkungan.

Kalsium secara aktif ditranspor oleh sel-sel usus, dan besarnya aktivitas transpor kalsium dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain bagian dari usus, zat-zat nutrisi serta status hormon. Kalsium dapat diabsorpsi bergantung pada tercukupinya vitamin D. Absorpsi (penyerapan) secara aktif diatur oleh suatu sistem yang mengatur intake dan output dari kalsium dari makanan ke dalam dan diekskresi oleh tubuh. Kecepatan pembuangan zat sisa-sisa metabolisme (ekskresi) meningkat seiring dengan menurunnya masukan kalsium dari makanan, dan juga dengan meningkatnya kebutuhan akan mineral tersebut selama periode pertumbuhan. Ransum pakan udang perlu mengandung mineral, karena mineral tersebut memiliki peran yang penting dalam pertumbuhan udang. Dalam kondisi netral yaitu pH 5,0—7,0 umumnya mineral kalsium dalam pakan udang yang digunakan dalam bentuk senyawa seperti kalsium karbonat, trikalsium, dan dikalsium fosfat.

Penelitian mengenai fungsi mineral yang esensial dalam ransum pakan udang Penaeus vannamei menunjukkan pentingnya mineral seperti Mg, Mn, Fe, Zn, dan Cu. Ransum pakan udang vanamei yang tidak menggunakan mineral-mineral tersebut, ternyata mengalami penurunan proses mineralisasi. Hal ini terbukti berdasarkan hasil analisis mineral pada hepatopancreas dan carapace udang vanamei. Udang vanamei juga membutuhkan fosfor untuk pertumbuhannya, dan kadar fosfor yang sesuai untuk udang tersebut adalah dalam bentuk kalsium fosfat monobasik pada level1,33%—1,7%.

Penelitian tentang mineral pernah dilakukan menggunakan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii). Pertumbuhan udang galah dibatasi oleh kulitnya yang bersifat tidak elastis, karena terdiri atas khitin. Agar Udang Galah tumbuh dengan baik, maka harus ada unsur mineral dalam pakannya. Salah satu mineral yang bersifat esensial adalah mineral kalsium. Kalsium mempunyai fungsi dalam pembentukan tulang, jaringan lunak, proses regulasi dalam tubuh, dan menjaga keseimbangan asam basa. Oleh karena peran penting dari kalsium tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai efek mineral kalsium dalam ransum pakan udang galah terhadap pertumbuhannya. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Yuwana Udang Galah (Udang Galah Muda) dengan kisaran bobot 56,0 ± 3,0 mg. Perlakuan yang diterapkan adalah kalsium 1,0%; 3,0%; 5,0%; 7,0%; dan 0,0% sebagai kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar kalsium dalam ransum pakan sangat mempengaruhi laju pertumbuhan harian udang galah. Kadar kalsium yang optimal dalam ransum pakan udang galah adalah sebesar 3,46%. Jadi sama halnya dengan Udang Vaname yang juga termasuk dalam kelompok krustasea, hewan yang memiliki cangkang, juga membutuhkan kalsium yang cukup baik dari lingkungan perairannya maupun yang masuk melalui pemberian ransum pakan. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya gagal moulting sehingga mengurangi kematian akibat kanibalisme.

Sumber : Hadie, L.E., Hadie, W., dan Prihadi, T. H., 2008. EFEKTIVITAS MINERAL KALSIUM TERHADAP PERTUMBUHAN YUWANA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii). Pusat Riset Perikanan Budidaya. Jakarta.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Related Post