FisTx Indonesia

Pentingnya Mineral Untuk Proses Molting Pada Udang

Pusing udang gagal molting? Yakin kandungan mineral dalam airnya udah mencukupi dalam kegiatan budidaya?

Terbatasnya persediaan mineral dalam lingkungan tambak dapat menyebabkan ekosistem menjadi tidak stabil dan tidak seimbang. Plankton menjadi tidak stabil dan mikroba pun tidak dapat berkembang dengan baik. Akibatnya, lingkungan menjadi goncang dan tidak stabil sehingga kualitas air menjadi tidak baik. Udang atau ikan pun menjadi mudah stress dan mudah terserang penyakit.

Proses molting pada udang erat kaitannya dengan pertumbuhan. Molting atau biasa disebut dengan “ganti kulit” merupakan sifat alami udang untuk tumbuh, proses ini terjadi secara periodik. Cangkang lama akan digantikan dengan cangkang baru dengan bantuan kalsium, semakin cepat udang molting maka semakin cepat udang tumbuh. Semakin bertambahnya berat, maka semakin jarang udang molting.

Sering ditemukan kasus udang yang terlihat kram saat dipantau perkembangannya lewat anco. Hal ini bisa disebabkan udang kekurangan mineral dan stress. Selain itu, sering pula ditemukan kasus kulit udang lembek serta tidak bisa mengeras akibat kekurangan mineral kalsium dan fosfor.

Pada kasus kematian udang biasanya sering ditemukan dengan kondisi banyaknya udang tanpa kulit, hal ini diduga akibat kekurangan mineral.

Ketika molting, udang akan menyerap air sebanyak-banyaknya, dan bertambah besar, kemudian cangkang akan mengeras. Udang membutuhkan mineral terutama kalsium untuk mempercepat proses molting.

Kecukupan mineral menjadi hal yang penting dan perlu diperhatikan apabila ingin melakukan usaha budidaya udang.

Penuhi mineralnya, tumbuh sehat setiap hari!

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Related Post