FisTx Indonesia

Belajar Manajemen Pakan Udang Yang Benar

Pengelolaan pakan pada komoditas udang menjadi hal yang penting dalam kegiatan budidaya. Hal ini dikarenakan kebutuhan pakan merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar, berkisar antara 50%–70% dari total keseluruhan biaya di tiap siklusnya. Di sisi lain, pakan juga menyebabkan 60% dari masalah yang ada di dalam tambak melalui akumulasi dari sampah organik.

Nutrisi dan pemberian pakan memegang peranan penting untuk kelangsungan usaha budidaya hewan akuatik. Penggunaan pakan yang efisien dalam usaha budidaya sangat penting kerena pakan merupakan faktor produksi yang paling mahal. Oleh karena itu, upaya perbaikan komposisi nutrisi dan perbaikan efisiensi penggunaan pakan tambahan perlu dilakukan guna menigkatkan produksi hasil perikanan budidaya dan mengurangi biaya pengadaan pakan, serta meminimalkan produksi limbah pada media budidaya, sehingga dapat tercipta budidaya udang yang berkelanjutan (Adiwidjaya et al, 2005). Pengelolaan pakan harus dilakukan sebaik mungkin dengan memperhatikan apa, berapa banyak, kapan, berapa kali, dimana ikan/udang diberi pakan. Penerapan feeding ragim hendaknya disesuikan dengan tingkah laku kultivan, serta siklus alat pencernaan guna memaksimalkan penggunaan pakan. Selain itu juga memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Ukuran pakan yang kita berikan

2. Jumlah pakan yang diberikan

3. Cara pemberian pakan

4. Kontrol pakan (di ancho)

5. Sampling

Efek samping dari makanan yang tidak termakan/tersisa akan dapat terkumpul di dasar kolam dan dapat menjadi gas beracun (amonia) ketika kadar oksigen rendah dan dikhawatirkan akan terjadi plankton bloom.

Melihat besarnya biaya dan efek sampingnya, hal ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen pakan yang efektif pada tambak udang.

Yang harus diperhatikan dalam kadar pakan:

1. Ukuran butiran pakan

Ukuran pakan yang diberikan harus sesuai dengan capit dan mulut udang karena sangat penting menyangkut efisiensi kestabilan lingkungan.pakan yang terlalu kecil dan terlalu besar,akan berakibat rendahnya efisiensi, dan akan cepat menurunkan kualitas air.

2. Jumlah pakan

Jumlah pakan ditentukan oleh: jumlah tebar,nilai SR (survival rate) ,ukuran udang,dan tingkat feeding ratenya,lama cek ancho, kualitas air, fasilitas, tetapi untuk udang yang berumur 1 – 30 hari masih memakai feeding program. sedangkan kelanjutannya kita menggunakan kontrol ancho, dan cek saat sampling.

3. Cara pemberian pakan

Pada saat pakan no. D 0 S pemberian pakan harus dicampur dengan air agar pemberian pakan rata, cepat tenggelam, dan tidak berhaburan karena angin.setelah pakan no D0 pakan dibasahi secukupnya.pakan bisa ditebar keliling tanggul juga bisa dengan memakai rakit tergantung luas petak dan ketrampilan anak feeder.yang penting pakan jangan sampai tercecer di tanggul,dan harus tertebar merata di feeding area. Hindari penebaran pakan di dead zone. Pemberian pakan diancho diberikan setelah pakan selesai ditebar keseluruhan di petak atau kolam . Frekuensi pemberian pakan, awal kita berikan 3 kali sehari , kemudian 4 kali sehari dan 5 kali sehari. Jam pemberian pakan.sebaiknya diberikan pkl 07.00, 11.00, 15.00, 19.00, 23.00. diatas jam 23.00 jangan dilakukan pemberian pakan apapun alasannya karena saat itu kondisi kualitas air menurun, suhu turun, DO turun, H2S meningkat daya racun karena pH turun dan karyawan mengantuk.

4. Kontrol pakan di ancho

Ancho adalah alat komunikasi harian antara teknisi dengan udang dalam hal jumlah pakan, nafsu makan, ukuran udang,jumlah udang,kesehatan udang, sehingga ancho harus bagus dan tempatnya yang datar, dan arusnya jangan terlalu kencang.Ancho berukuran 80 x 80 x10 cm.-umur 10 hari ancho sudah diturunkan-umur 20 hari ancho sudah diberi pakan sekedarnya-umur 25 hari ancho diberi 0,3 % dikontrol 2-2,5 jam.Apabila sampai umur 30 hari belum mau makan di ancho,makan pakan harus dipotong sampai 40 %nya.biasanya 2 hari kemudian udang sudah mau makan di ancho dan bisa dikontrol. Usahakan selang 3 – 4 hari setelah bisa dikontrol pakan bertahap dinaikkan dan dikembalikan ke porsi pada saat udang umur 30 hari.kemudian jumlah pakan disesuaikan dengan kemampuan makan udang.

Bila umur 25 hari pakan sudah bisa di kontrol 2,5 jam penambahan pakan jangan mengikuti program tetapi bisa ditambah max 10% sehingga pada umur 30 hari kemampuan pakan udang sudah bisa seperti pada daftar.selanjunya pakan diikuti sesuai kemampuan makan udang dengan lama kontrol dan persen ancho. Setelah ancho bisa dikontrol selanjutnya mencari titik balance.pakan belum balan dalam arti masih kurang apabila ke 5 kali pemberian pakan habis semua pada jam kontrol.dan pakan sudah menunjukan balan bila pakan pada jam 23.00 sudah tidak habis.apabila kondisi sudah begini penambahan bisa dilakukan per 2 hari sekali tetapi kontrol ancho tetap 5 kali sehari.

Dalam kondisi urgensi, pakan harus diperkaya dengan:

1. Vitamin (multi vit, vit B komplek, vit C, vit E )

2. Mineral Ca, P, Si, copper,zinc

3. Immunostimulan (B glukan)

4. Probiotik (Bacillus sp.) 

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Related Post