Pertumbuhan Udang Vaname Terhambat, Kenali 3 Parasit Ini

fresh shrimp/prawn on white background

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Parasit menjadi masalah yang tidak terlihat namun fatal. Parasit yang sifatnya menggerogoti inangnya membuat udang yang kita budidayakan tidak dapat berkembang dengan baik. Selain itu parasit membuat udang menjadi kurang baik kualitasnya dan justru mendatangkan kerugian. Ada beberapa parasit yang umum ditemukan dalam budidaya udang. Berikut adalah 3 parasit yang membuat udang sulit bertumbuh dengan baik.

Zoothamnium Sp.

Source: Wikimedia

Zoothamnium Sp. adalah salah satu jenis parasit yang sering menginfeksi udang vaname yang sering ditemukan melekat pada permukaan tubuh dan insang udang. Parasit ini merupakan ciliata yang sering ditemukan di air berkualitas rendah. Namun tidak menutup kemungkinan pada air berkualitas baik pun parasit ini juga ditemukan dan masih bisa tumbuh. Zoothamnium Sp. menyerang pada tahap molting dalam kondisi perairan dengan tingkat oksigen terlarut yang rendah. Protozoa ini menyerang pada permukaan tubuh, kaki renang, kaki jalan, rostrum dan insang. Organ terjangkit parasit ini akan terlihat seperti diselimuti benda asing berwarna putih kecoklatan. Jika infeksi sangat parah parah, “selimut” ini menyebar ke permukaan tubuh sehingga disebut penyakit “udang berjaket”. Serangan Protozoa mengakibatkan udang sulit bernapas, malas untuk bergerak dan mencari makanan dan menyebabkan udang tidak dapat bertumbuh optimal.

Epistylis Sp. 

Source: Wikimedia

Epistylis Sp. termasuk protozoa berukuran kecil dan memiliki tangkai, koloni hidup dan ada 2-5 zooid dalam satu tangkai. Ektoparasit ini dapat hidup di koloni sehingga pertumbuhannya lebih cepat daripada jenis parasit lainnya. Epistylis Sp. ini dapat menyerang bagian luar tubuh udang vannamei. Kehidupan Epistylis Sp. dalam bentuk koloni non-kontrak yang memiliki makronukleus kecil. Bentuk tubuhnya seperti bel tetapi lebih ramping dan memiliki silia pada membran adoral dan pasangan kapsilia kecil mengandung benang melingkar. Ciri udang vaname terinfeksi Epistylis Sp. antara lain nafsu makan yang mulai berkurang, gerak udang menjadi lesu, kekurangan oksigen karena sulit bernafas, warna tubuh menjadi lebih gelap dengan bercak bercak pucat berlendir pada berbagai bagian tubuh, hiperplasia epitel insang dan kulit, dan produksi lendir berlebihan atau berkurang memberikan tampilan bercak putih, putih keabuan atau kemerahan pada insang dan kulit. 

Vorticella Sp.

Source: Wikimedia

Termasuk parasit yang menyerang creal, kaki berenang, insang dan udang vannamei, dengan karakteristik memiliki tangkai yang kontraktil, soliter yang berwarna kekuningan. Jadi jenis parasit ini tersendiri sehingga perkembangan budidaya relatif lambat. Umumnya parasit ini ditemukan di bagian luar tubuh udang. Gerakan ektoparasit ini menyerupai Carchesium Sp. di mana tangkai di Vorticella Sp. dapat memendek dan bergulung. Keberadaan gerakan ini kemudian memungkinkan Vorticella sp. untuk memindahkan tempat. Perairan yang dipelihara dengan kandungan bahan organik tinggi sangat mendukung untuk Vorticella Sp. Pada budidaya udang sendiri, infeksi tampak dengan munculnya bercak putih pada bagian kepala, atau kaki hal ini mungkin disebabkan oleh parasit atau jamur. Jika udang yang telah terinfestasi parasit pada bagian kepala dan tubuh, kemungkinan udang akan mengalami kekurangan kemampuan untuk makan sehingga menyebabkan kelaparan. 

Dari ketiga parasit, salah satu unsur yang mendukung penyebarannya secara masif adalah kualitas air yang buruk. Ketika kualitas air memburuk, parasit dapat bertumbuh dengan mudah, bahkan menulari udang lainnya. Sehingga, penting bagi para petani udang untuk terus memperhatikan dan menjaga kualitas airnya. Selain tetap secara rutin melakukan pengukuran kualitas air, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah penggunaan UV Sterilizer dalam sistem pengolahan kualitas air tambak atau kolam. UV Sterilizer menjadi subtitusi dari bahan kimia seperti kaporit untuk membersihkan air yang masuk ke kolam budidaya. Dengan begitu, budidaya yang dilakukan dapat diminimalisir penggunaan bahan kimia dalam kolam dan mengurangi residu yang berdampak bagi lingkungan sekitar. Hasil penelitian membuktikan jika UV Sterilizer dapat mengurangi bakteri dan materi organic penganggu lainnya hingga 99%. Dengan peralatan UV Sterilizer udang dapat hidup di lingkungan yang sehat dan bertumbuh optimal. Sehingga hasil panen pun menjadi lebih baik dan terbebas dari parasit maupun bahan kimia.


Source:
Hardi, E. H., 2015. Parasit Biota Akuatik. Mulawarman University Press. Samarinda
Sinderman, C.J. 1997. Disease Diagnosis and Control in North American Marine Aquaculture. Elsevier. New York.

Related Post