Cara Praktis Budidaya Udang Air Tawar Dengan Portable Pond System

Budidaya udang air tawar
Portable Pond System

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan terhadap udang air tawar di pasaran, tentunya hal tersebut membuat permintaan pun kian meningkat. Permintaan berbagai jenis udang air tawar terbilang sangatlah tinggi, mulai dari untuk konsumsi rumah tangga hingga kebutuhan bisnis kuliner. Rata-rata harga jual udang air tawar di pasaran sangat tinggi, namun hal tersebut tetap saja tak mengurangi minat para konsumen bahkan membuatnya laku keras.

Oleh sebab itu, bisnis budidaya udang air tawar juga memiliki peluang yang semakin besar. Tak hanya di Indonesia bisnis perikanan ini juga menjadi primadona yang sudah umum di dunia. Nilai produksi budidaya udang dunia yang dikutip dari Majalah Trobos Aqua, pada tahun 2017 mencapai 5,5 juta ton, dan meningkat 8% dari tahun 2016. Pada tahun 2017 diketahui Indonesia menyumbang sekitar 0,5 juta ton udang, namun pada tahun 2018 hingga 2019 produksi turun mendekati 0,4 juta ton.

Penurunan produksi udang tersebut, disebabkan oleh penyakit seperti EPH (AHNPD), WFD dan IMNV, hal ini bisa menyebabkan para petambak mengalami kerugian karena besarnya biaya produksi di awal. Penyakit yang menyerang di awal budidaya merupakan hal yang bisa menyebabkan kerugian para petambak. Oleh sebab itu, sangat perlu mengadakan proses pencegahan dan mitigasi terjadinya wabah penyakit di awal produksi.

Penyebabnya sendiri memiliki banyak faktor, salah satunya yaitu ketidakseimbangan mineral di dalam tambak dan ekosistem mikroba di dalam tambak, sehingga diperlukan sistem awal untuk mencegah terjadinya kegagalan pada awal budidaya. Pencegahan bisa dilakukan dengan cara Nursery atau pendederan yaitu merupakan cara yang telah lama dikenal oleh para petambak di Indonesia dengan sistem impun, deder, atau oslah.

Nursery yang dikembangkan di Indonesia dapat menggunakan kolam sirkular atau lingkaran maupun bentuk seperti elips untuk kolam beraliran deras. Salah satu bentuk kolam yang akan dibahas kali ini yaitu Portable Pond System atau kolam bongkar pasang. Dengan menggunakan bentuk kolam ini bisa memungkinkan petambak melakukan budidaya udang dengan sistem resirkulasi. Bentuk lingkaran pada Pond Portable bertujuan untuk memudahkan petambak dalam memberikan pakan secara merata.

Tidak hanya itu, oksigen juga akan bisa terlarut secara merata sehingga memudahkan bakteri untuk bekerja mereduksi bahan organik. Budidaya udang air tawar dengan menggunakan Portable Pond juga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk pembuatan dan juga pemasangannya, dapat dibongkar-pasang dengan mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas, dapat melakukan self cleaning pembuangan dengan baik, serta dapat digunakan dengan padat tebar yang tinggi.

Portable Pond System untuk Budidaya Udang Air Tawar

Sebelum anda memutuskan untuk menggunakan Portable Pond System atau kolam bongkar-pasang, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Kolam tandon tetap diperlukan. Kunci dari pencegahan penyakit masuk yaitu berasal dari sumber air. Tandon menyediakan air yang berkualitas untuk menyuplai kolam dalam pergantian air atau menambahkan air akibat dari proses sipon.
  2. Memperhatikan efisiensi lokasi dan lahan. Hal ini karena tidak semua lahan bisa terpakai untuk kolam dibandingkan tambak udang yang pada umumnya. Pastikan lahan dan lokasi sesuai dengan Portable Pond yang akan digunakan.
  3. Perhatikan padat tebar. Tidak perlu terlalu ambisius untuk menerapkan padat tebar yang fantastis. Padat tebar dengan 100 ekor per m2 sudah sangat cukup. Karena perlu diketahui bahwa semakin tinggi padat tebar, maka akan semakin sulit pemeliharaannya dari sisi pemeliharaan kualitas air, resiko terkena penyakit, dan manajemen limbah. Keuntungan akan bisa diraih apabila mampu mempertahankan survival rate (SR) tinggi dan feed conversion ratio (FCR) rendah.
  4. Sebagai antisipasi gunakanlah kolam indoor/beratap. Hal ini karena pada saat musim hujan, tambak udang akan lebih rentan terkena stres akibat perubahan kualitas air seperti salinitas, pH, dan suhu. Maka dari itu jika kolam berjenis indoor sebaiknya gunakanlah atap dan juga membuang air permukaan yang berasal dari hujan.
  5. Perhatikan kekuatan dasar dan ketebalan plastik yang digunakan. Hal ini juga dikaitkan dengan tinggi dan diameter kolam agar tekanan air dapat didistribusikan dengan merata. Perbandingan diameter dan kedalaman yang disarankan yaitu 5:1 hingga 10:1.
  6. Perhatikan kedalaman dan diameter kolam. Hal ini karena titik mati bisa terbentuk jika tidak memperhatikan kedua hal tersebut. Titik mati tersebut berada pada pojok dasar kolam.
  7. Pembentukan arus yang tidak terlalu kencang. Arus air yang terlalu kencang justru akan memaksa udang tetap aktif berenang sehingga seluruh energinya terpakai untuk berenang dan akan sedikit sekali yang disimpan untuk pertumbuhan. Tak hanya itu, arus air yang terlalu kencang akan menyulitkan udang menemukan makanannya. Tujuan dibentuknya arus air yaitu cukup untuk mengumpulkan kotoran di central drain.

Portable Pond bisa dengan mudah dilipat dan dipindahkan. Sirkulasi air di kolam Portable juga bisa terbentuk dengan optimal. Kebersihan kolam juga akan lebih terjaga, hal ini dikarenakan kecepatan arus air secara umum menurun dari bagian luar hingga bagian terdalam (tengah) dari kolam dengan menyapu atau membawa material organik menuju central drain. Selain itu dengan menggunakan kolam Portable titik mati yang rentan dapat menurunkan kualitas air dapat diminimalisir.

Bagi para petambak yang suka bereksplorasi dengan berbagai metode budidaya udang air tawar, cocok sekali mencoba menggunakan Portable Pond System atau kolam bongkar pasang. Berbagai model budidaya dapat dicoba agar dapat mengetahui metode terbaik dan optimal yang cocok untuk diterapkan di tambaknya, dan juga meminimalisir penyebaran penyakit antar kolam. Portable Pond Sysytem yang dikembangkan oleh Fistx bisa didapatkan melalui situs resmi Fistx.

Semoga bermanfaat!

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Related Post