Dinoflagellate Pada Lingkungan Budidaya Udang, Menguntungkan Atau Merugikan?

Fitoplankton adalah kunci pakan pada akuakultur dan marinkultur, salah satu jenisnya adalah Dinoflagellate yang biasa digunakan sebagai pakan alami dalam komoditas budidaya udang. Dinoflagellate sendiri merupakan eukariotik dengan dua flagel dan memiliki permukaan tubuh yang terlindungi teka serta memiliki sekitar 60 spesies yang dapat menghasilkan toxin.

Pertumbuhan Dinoflagellate dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, utamanya adalah konsentrasi nutrient pada perairan tambak. Semakin tinggi konsentrasi nutrient maka semakin tinggi pula konsentrasi Dinoflagellate. Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk dan sisa pakan pada perairan tambak dapat mengakibatkan tingginya konsentrasi nutrient pada perairan tambak yang kemudian secara natural menghasilkan Dinoflagellate di ekosistem perairan.

Keberadaan Dinoflagellate pada lingkungan tambak dapat bersifat merugikan sekaligus menguntungkan. Tingginya konsentrasi Dinoflagellate dapat berakibat pada naiknya jumlah kematian udang. Hal ini terjadi karena Dinoflagellate dapat dengan mudah memasuki sistem pernafasan udang yang berakhir dengan serangan gagal bernafas, pendarahan dan infeksi bakteri pada udang. Jenis Dinoflagellate yang sering menyebabkan kematian pada udang berasal dari genus Chaetoceros yang flamennya berbentuk duri dan dapat menghancurkan jaringan insang. Dampak negative lainnya dari keberadaan Dinoflagellate di lingkungan tambak, adalah dapat menyebabkan pelunakan pada cangkang udang, kegagalan molting, berkurangnya nafsu makan udang serta pertumbuhan pada udang yang cenderung tidak optimal.

Untuk menghindari dampak-dampak negatif yang ditimbulkan oleh Dinoflagellate, pembudidaya dapat melakukan proses sterilisasi perairan tambak dengan menggunakan disinfektan yang ramah lingkungan sehingga tidak menghasilkan residu serta mampu menyerap virus, jamur, bakteri dan bakteri dalam perairan tambak seketika. Selain itu, kontrol dan manajemen air yang komprehensif sangat diperlukan untuk menghindari tingginya konsentrasi Dinoflagellate karena sifat air sebagai medium tumbuh kembangnya.

Keberadaan dinoflagellate perairan dapat bersifat menguntungkan jika berada pada kadar yang optimum, yaitu pada range < 5%, karena perannya dalam lingkungan tambak sebagai sumber makanan atau nutrient bakteri-bakteri bersifat non toksik, serta menjadi salah satu sumber oksigen pada perairan tambak.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Related Post