fistxpedia

Udang Vaname Lemas Padahal Pakan Cukup? 3 Lapisan yang Sering Terlewat di Tambak

Fistx | WriterDiunggah 15 Oktober 2026

Pakan sudah tepat jadwal dan takaran, tetapi udang tetap lemas dan nafsu makannya turun. Pakan hanya satu bagian dari persamaan: udang baru memanfaatkannya dengan baik jika air, organ pencernaan, dan penyerapan nutrisinya berfungsi normal.

Jawaban singkat: udang vaname yang lemas meski pakan cukup sering berkaitan dengan tiga hal: kualitas air yang menurun (amonia, nitrit, bahan organik), tekanan Vibrio pada hepatopankreas, dan penyerapan nutrisi yang kurang optimal. Periksa ketiganya berurutan, mulai dari parameter air, lalu kondisi hepatopankreas dan usus, baru evaluasi pakan.

Pesan serupa datang dari regulator. Dirjen Perikanan Budidaya KKP menyebut penerapan good aquaculture practice, teknologi ramah lingkungan, dan biosekuriti sebagai kunci menjaga mutu udang sejak awal siklus (investortrust.id, 29/9/2025). Tiga lapisan di bawah ini adalah cara praktis menerjemahkannya ke kolam.

 

Lapisan 1: Air, tempat masalah biasanya bermula

Kualitas air adalah hal pertama yang perlu dicek, karena semua lapisan lain bergantung padanya. Sisa pakan, plankton mati, dan feses menumpuk sebagai bahan organik yang terurai menjadi amonia, nitrit, dan nitrat. Pada konsentrasi tertentu, senyawa ini bersifat toksik bagi udang (Univ. Trunojoyo).

Studi di tambak semi-intensif Lampung Selatan (September–Desember 2024) mencatat kenaikan signifikan total bahan organik (TOM), amonia, nitrit, dan fosfat pada hari budidaya (DOC) 43–50. Fase ini umumnya bertepatan dengan biomassa dan pakan harian yang makin besar. Penelitinya mengaitkan kualitas air yang buruk dengan pertumbuhan yang menurun, risiko penyakit yang naik, hingga kematian massal (Undip, Maquares).

Pola serupa terlihat di tambak intensif. Penelitian IPB menemukan karakter air di petak makin mendekati air buangan seiring bertambahnya DOC. Sejumlah parameter (pH, amonium, nitrit, nitrat, alkalinitas, dan total Vibrio) diduga terkait dengan wabah AHPND, white feces disease, dan white spot (IPB). Riset Universitas Airlangga menambahkan bahwa tambak yang terinfeksi white feces disease didominasi Vibrio vulnificus, bakteri oportunistik yang berkembang pesat saat lingkungan memburuk (Unair).

Dari sisi pengendalian, penelitian Undip melaporkan bahwa aplikasi probiotik berpengaruh pada kualitas air dan populasi Vibrio, dan Bacillus spp. termasuk kelompok bakteri yang dirujuk untuk tujuan itu (Undip, IJMS).

Yang bisa dilakukan hari ini: ukur parameter air secara rutin dan catat trennya, bukan hanya angka sesaat. Sebagai pembanding, studi Lampung Selatan memantau suhu, pH, DO, salinitas, dan kecerahan tiga kali sehari, serta amonia, nitrit, alkalinitas, TOM, plankton, dan Vibrio setiap tujuh hari.

 

Lapisan 2: Hepatopankreas, "dapur" yang sering luput dicek

Hepatopankreas adalah organ utama untuk mencerna dan menyerap pakan, sehingga gangguan di sini cepat terlihat sebagai udang lemas dan nafsu makan turun.

AHPND disebabkan oleh Vibrio parahaemolyticus strain yang membawa gen pirA dan pirB, dan toksinnya merusak hepatopankreas. Pada uji tantang, udang yang terinfeksi menunjukkan hepatopankreas pucat, usus kosong, dan gerakan tidak aktif (IPB). Studi UGM pada udang bergejala mirip AHPND di Purworejo mencatat hepatopankreas kecokelatan hingga pucat, bercak merah pada telson dan uropod, kaki kekuningan, serta usus kosong. Pada fase larva, penyakit ini dapat menyebabkan kematian hingga 100% (UGM).

Namun tidak semua kasus dengan gejala mirip adalah AHPND. Penelitian UGM di Bali mengisolasi beberapa Vibrio patogen, termasuk V. parahaemolyticus dan V. harveyi, dengan gejala hepatopankreas pucat dan saluran pencernaan kosong, tetapi seluruhnya bukan penyebab AHPND (UGM). Gejala di kolam saja belum cukup untuk menyimpulkan penyebabnya.

Yang bisa dilakukan hari ini: ambil sampel udang, lalu periksa warna hepatopankreas dan isi usus. Bila mencurigakan, konfirmasi lewat uji laboratorium seperti PCR sebelum menentukan penanganan (UNESA).

 

Lapisan 3: Penyerapan nutrisi, pakan masuk belum tentu terserap

FCR (feed conversion ratio) adalah jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menambah 1 kg bobot udang; semakin rendah angkanya, semakin efisien pakan dimanfaatkan. Efisiensi ini penting secara ekonomi karena pakan disebut sebagai komponen biaya produksi terbesar dalam budidaya (Bisnis.com, 2021).

Bila air dan hepatopankreas sudah terkendali tetapi FCR naik atau pertumbuhan mingguan tertinggal, tinjau tiga hal berikut:

  • Daya tarik pakan: seberapa cepat udang merespons pakan saat diberikan, dan berapa banyak yang tersisa di anco.
  • Penyerapan: apakah pakan yang dimakan benar-benar termanfaatkan, atau banyak terbuang sebagai sisa dan feses.
  • Mineral saat molting: udang melepas kulit secara berkala dan membutuhkan mineral untuk membentuk kulit baru serta menjaga keseimbangan osmotik, sehingga ketersediaan mineral bisa menjadi pembatas.

Yang bisa dilakukan hari ini: catat FCR dan pertumbuhan mingguan per kolam, lalu bandingkan dengan target dan dengan kolam lain di fase yang sama. Selisihnya menunjukkan lapisan mana yang perlu didahulukan.

 

Cek cepat: dari tanda di kolam ke lapisan yang diperiksa

Tabel ini membantu menentukan lapisan mana yang diperiksa lebih dulu. Anggap sebagai panduan awal, bukan diagnosis.

Tanda di tambak

Lapisan

Langkah awal

Air keruh, berbusa, atau blooming; amonia dan nitrit naikAirUkur amonia, nitrit, alkalinitas, dan DO; tinjau sisa pakan dan bahan organik di dasar kolam
Nafsu makan turun mendadak, usus kosongHepatopankreas dan VibrioPeriksa warna hepatopankreas dan isi usus pada sampel; uji laboratorium bila perlu
Hepatopankreas pucat atau kecokelatan, bercak merah di ekorHepatopankreasKonfirmasi penyebab (misalnya dengan PCR) dan tinjau biosekuriti
Pertumbuhan lambat, FCR naik, ukuran tidak seragamPenyerapan nutrisiBandingkan FCR dan pertumbuhan mingguan dengan target; pastikan air dan hepatopankreas sehat lebih dulu
Molting tidak serempak, kulit lambat mengerasMineralCek alkalinitas serta kalsium dan magnesium; tinjau suplementasi mineral

Untuk pengukuran di kolam, Nawasena Test Kit dari FisTx menguji amonia, nitrit, alkalinitas, DO, dan CaMg secara real time.

 

Aqua Support FisTx: dukungan untuk setiap lapisan

Dari tiga lapisan di atas, FisTx menyusun Aqua Support, lini produk untuk kebutuhan kualitas air dan nutrisi udang. Pilih berdasarkan hasil pengukuran di tambak; tidak perlu semuanya sekaligus.

Kebutuhan

Produk

Yang dinyatakan produk

Air kotor, blooming, Vibrio dominanTipTopp PondProbiotik 7 spesies Bacillus untuk membantu mengurai bahan organik, mengelola amonia dan nitrat, serta menekan pertumbuhan Vibrio
Menjaga kualitas air tambakX-BAC PROProbiotik 7 spesies Bacillus untuk membantu menjaga kualitas air tambak
Dukungan hepatopankreasHepatopFeed additive dengan feed adsorb dan katalis penyerapan pakan; mengandung milk thistle, bentonit, beta-glukan, nukleotida, trace mineral, dan multivitamin. Membantu mendukung fungsi hepatopankreas dan melindungi dari paparan jamur, racun, serta Vibrio. Dosis pada label: 2 g/kg pakan, dari awal tebar hingga panen
Daya tarik pakan dan penyerapanChemo-AttractantProbiotik, prebiotik, dan ekstrak bawang putih untuk mendukung daya tarik pakan, penyerapan nutrisi, dan imunitas
Mineral dan moltingSuper Aqua13 vitamin dan 7 mineral untuk mendukung imunitas, keseimbangan osmotik, dan kebutuhan mineral saat molting

Aqua Support adalah produk pendukung, bukan obat dan bukan pengganti manajemen kolam maupun biosekuriti. Hasil bergantung pada kondisi tambak, jadi gunakan sesuai petunjuk pada label.

 

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa penyebab udang vaname lemas padahal pakan cukup?

Udang lemas meski pakan cukup sering berkaitan dengan kualitas air yang menurun, tekanan Vibrio pada hepatopankreas, atau penyerapan nutrisi yang kurang optimal. Penyebab pastinya perlu dipastikan lewat pengukuran air, pemeriksaan hepatopankreas dan usus, serta uji laboratorium bila diperlukan.

Bagaimana membedakan masalah air dari masalah hepatopankreas?

Mulai dari air: ukur amonia, nitrit, alkalinitas, dan DO. Bila parameter wajar tetapi udang berhenti makan, usus kosong, dan hepatopankreas pucat atau kecokelatan, fokus beralih ke hepatopankreas. Keduanya bisa terjadi bersamaan, karena air yang memburuk mendukung perkembangan Vibrio.

Apakah probiotik Bacillus cukup untuk menekan Vibrio?

Probiotik adalah salah satu alat, bukan satu-satunya. Riset Universitas Airlangga menyebut pengelolaan kualitas air, biosekuriti, dan probiotik dapat diarahkan melawan penyebab penyakit tertentu (Unair). Karena itu, probiotik sebaiknya dipadukan dengan pengelolaan bahan organik dan biosekuriti.

Kapan kualitas air biasanya paling rawan menurun?

Pada studi tambak semi-intensif di Lampung Selatan, bahan organik, amonia, nitrit, dan fosfat naik signifikan pada DOC 43–50 (Undip, Maquares). Waktunya berbeda di tiap tambak tergantung padat tebar dan sistem, jadi pantau tren harian dan mingguan.

Berapa dosis Hepatop?

Label Hepatop menyebut dosis 2 g/kg pakan, diberikan dari awal tebar hingga panen. Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan, dan tanyakan ke tim FisTx bila Anda ragu.

Mulai dari data, bukan dari dugaan

Udang yang lemas jarang punya satu penyebab tunggal. Urutan kerja yang masuk akal adalah air, lalu hepatopankreas, lalu penyerapan nutrisi. Dengan catatan parameter air, DOC, dan FCR, penyebabnya jauh lebih mudah dipersempit.

Punya data kolam yang ingin dibaca bersama? Tim FisTx dapat diajak berdiskusi:

Prosperity in Your Hands