fistxpedia

Revolusi Biosekuriti Budidaya Udang Modern dengan Teknologi Elektrolisis

FisTx | WriterDiunggah 15 Januari 2026

 

Tantangan Biosekuriti dalam Budidaya Udang Modern

Dalam budidaya udang intensif dan semi-intensif, kualitas air menjadi faktor paling krusial yang menentukan keberhasilan produksi. Air tidak hanya berfungsi sebagai media hidup, tetapi juga sebagai jalur utama penyebaran penyakit. Salah satu ancaman terbesar adalah bakteri Vibrio, seperti Vibrio harveyi dan Vibrio parahaemolyticus yang dikenal sebagai penyebab utama EMS (Early Mortality Syndrome).

 

Pada sistem dengan padat tebar tinggi maupun Recirculating Aquaculture System (RAS), risiko akumulasi patogen semakin besar. Jika tidak dikendalikan secara presisi, kondisi ini dapat menyebabkan tingkat kematian udang meningkat drastis dan menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan.

 

Keterbatasan Disinfektan Kimia Konvensional

Selama bertahun-tahun, pengendalian patogen air tambak umumnya mengandalkan desinfektan kimia seperti kaporit, iodin, atau formalin. Namun, metode ini memiliki sejumlah kelemahan mendasar, antara lain:

  • Dosis sulit dikontrol secara konsisten
  • Risiko residu kimia pada air dan organisme budidaya
  • Efektivitas menurun saat kandungan bahan organik tinggi
  • Biaya operasional yang cenderung fluktuatif

Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan teknologi biosekuriti air yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

 

Cakra Elektrolisis: Teknologi Biosekuriti Berbasis Elektrolisis

Teknologi Elektrolisis Air Tambak

Menjawab tantangan tersebut, FisTx Indonesia menghadirkan Cakra Elektrolisis, teknologi pengolahan air berbasis proses elektrokimia yang dirancang khusus untuk kebutuhan budidaya udang modern.

Cakra Elektrolisis bekerja dengan memanfaatkan ion klorida (Cl⁻) yang secara alami terdapat di air laut. Melalui sel elektrolisis dengan elektroda titanium berlapis katalis inert, sistem ini menghasilkan air aktif secara langsung di lokasi budidaya (in-situ generation system), tanpa penambahan bahan kimia eksternal.

 

Prinsip Kerja Elektrolisis Air Laut

Pada proses elektrolisis:

  • Sisi anoda menghasilkan gas klorin (Cl₂) yang kemudian membentuk asam hipoklorit (HOCl), oksidator alami dengan daya bunuh bakteri hingga puluhan kali lebih efektif dibandingkan NaOCl cair.
  • Sisi katoda menghasilkan catholyte yang bersifat basa lemah, membantu menstabilkan pH dan menurunkan kadar amonia dalam air.

Kombinasi kedua proses ini menghasilkan air dengan potensi redoks (ORP) tinggi, menciptakan lingkungan budidaya yang lebih stabil, aman, dan minim patogen.

 

Sistem Biosekuriti Pintar untuk Tambak Udang

Lebih dari sekadar alat disinfeksi, Cakra Elektrolisis dirancang sebagai sistem biosekuriti pintar. Teknologi ini dilengkapi dengan:

  • Sensor ORP otomatis
  • Sistem auto-switch dan auto-cleaning
  • Kontrol output HOCl yang presisi
  • Efisiensi energi tinggi untuk operasi jangka panjang

Air laut yang diproses akan terbagi menjadi dua aliran utama, yaitu anolit aktif (HOCl) sebagai agen utama pengendali patogen, dan kaporit untuk menjaga kestabilan kualitas air. Hasil akhirnya adalah air budidaya dengan aktivitas redoks tinggi yang mendukung kesehatan udang tanpa ketergantungan pada bahan kimia tambahan.

 

Bukti Nyata: Uji Lapangan di Balai Samas

Efektivitas Cakra Elektrolisis telah dibuktikan melalui uji coba lapangan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Samas, Bantul, pada periode Juli–September 2025. Pengujian dilakukan pada 12 kolam budidaya dengan skema:

  • 6 kolam kontrol menggunakan kaporit konvensional
  • 6 kolam perlakuan menggunakan Cakra Elektrolisis + UV pada intake line
Hasil Uji Budidaya Dengan Cakra Elektrolisis

Hasil uji menunjukkan:

  • Penurunan populasi Vibrio hingga >99%
  • Penurunan amonia dan logam besi secara signifikan
  • Peningkatan nilai ORP yang lebih stabil
  • Perbaikan Feed Conversion Ratio (FCR)
  • Peningkatan Survival Rate (SR)
  • Penurunan biaya pengelolaan air secara drastis

Dampaknya, produktivitas tambak meningkat dengan risiko penyakit yang jauh lebih rendah.

Baca juga: Efisiensi Biaya Produksi: Strategi untuk Keuntungan Maksimal

 

Air sebagai Benteng Biosekuriti Tambak

Hasil tersebut menegaskan bahwa air dapat berfungsi sebagai benteng biosekuriti, bukan lagi sebagai sumber ancaman. Dengan pendekatan elektrolisis yang terkontrol, pengelolaan air menjadi lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Teknologi Cakra Elektrolisis dari FisTx Indonesia membuktikan bahwa biosekuriti modern tidak harus mahal dan rumit. Justru sebaliknya, teknologi ini menjadi investasi strategis untuk meningkatkan performa produksi, menekan risiko penyakit, serta menjaga keberlanjutan industri budidaya udang Indonesia.