fistxpedia

Teknologi Nano Akuakultur FisTx: Nano Silver dan Nano Disinfektan untuk Atasi Vibrio & Penyakit Pada Udang

FisTx | WriterDiunggah 05 Agustus 2026

Teknologi nano akuakultur adalah penerapan partikel berukuran 1–100 nanometer untuk membasmi bakteri, Vibrio, dan virus penyebab penyakit pada udang dan ikan. FisTx adalah perusahaan teknologi akuakultur pertama di Indonesia yang memproduksi dan menerapkan teknologi ini, lewat dua produk: Nano Silver dan Nano Disinfektan (nano copper). Keduanya dirancang untuk dua jalur aplikasi sekaligus dicampur ke pakan maupun ditebar langsung ke air kolam sehingga petambak punya kendali biosekuriti dari dalam dan luar tubuh udang.

 

Apa Itu Teknologi Nano Akuakultur?

Teknologi nano akuakultur memanipulasi materi pada skala 1–100 nanometer — sekitar 1/40.000 diameter rambut manusia — agar partikel aktif bisa menembus langsung dinding sel patogen, bukan sekadar melapisi permukaannya seperti disinfektan konvensional. Skala inilah yang membuat nano silver dan nano copper punya daya bunuh bakteri jauh lebih efisien dibanding kaporit atau klorin pada dosis yang jauh lebih rendah.

FisTx mengembangkan teknologi ini melalui riset internal dengan validasi Transmission Electron Microscope (TEM) di Laboratorium Kimia FMIPA UGM, yang mengkonfirmasi ukuran partikel konsisten di kisaran 4–7 nanometer dengan distribusi merata tanpa agregasi.

 

Nano Silver vs Nano Disinfektan: Apa Bedanya?

Meski sama-sama berbasis nanopartikel, dua produk FisTx ini punya peran berbeda dalam sistem budidaya:

Aspek

Nano Silver (AgNPs)

Nano Disinfektan (CuNPs)

Ukuran partikel5–7 nm4 nm
KonsentrasiMulai Dari 1.000 ppm s/d 10.000 ppm ion nano silver150.000 ppm ion nano copper
Aplikasi utamaDicampur ke pakanDitebar ke air kolam
Fungsi utamaCegah infeksi dari dalam saat udang makan; aman untuk masa transportasiSterilisasi air, menaikkan ORP, mengendalikan Vibrio
Dosis pencegahan0,05 ppt (dicampur pakan)0,05 ppm setiap 7–14 hari

Dengan kombinasi keduanya, petambak menutup dua celah sekaligus: patogen yang masuk lewat pakan, dan patogen yang berkembang biak di kolom air.

 

Cara Kerja Nano Silver dan Nano Disinfektan Melawan Vibrio

Partikel nano silver dan nano copper bekerja lewat mekanisme berlapis: menembus fisik membran sel patogen, menghambat aktivitas enzim dan produksi energi sel (ATP), memicu reactive oxygen species yang merusak DNA bakteri, hingga akhirnya mendenaturasi protein sel dan mematikan patogen secara total. Karena jalur serangannya multi-titik — bukan satu mekanisme tunggal seperti antibiotik — teknologi nano ini tidak memicu resistensi bakteri, sekaligus efektif melawan Vibrio, virus WSSV, dan spora EHP/Nosema.

 

Bukti Efektivitas dari Lapangan

Validasi Nano Disinfektan FisTx sudah diuji di berbagai tambak komersial. Di tambak udang Pasuruan, aplikasi rutin menjaga total Vibrio tetap di bawah ambang aman (<10%) sepanjang siklus budidaya. Pada uji feed additive bersama mitra PT MEN, satu kolam mencatat penurunan Vibrio Green patogenik dari 38.700 CFU/ml menjadi 0 hanya dalam 10 hari evaluasi. Petambak di Kulon Progo yang sempat mengalami kematian tinggi sejak DOC 30 berhasil memulihkan kondisi kolam dan memanen tuntas di DOC 120 dengan size 28, total 9,5 ton.

 

Baca Juga : Mengatasi Penyakit Udang dengan Teknologi Nano: Panduan Modern Biosekuriti Tambak

 

Aman untuk Udang, Hemat untuk Kantong

Uji LD-50 internal FisTx menunjukkan margin keamanan hingga 710 kali antara dosis operasional (0,05–0,2 ppm) dan ambang toksik (LC50 35,5 ppm) — artinya dosis pemakaian normal jauh di bawah batas yang bisa membahayakan udang. Dari sisi biaya, penggunaan Nano Disinfektan tercatat lebih hemat lebih dari 87% dibanding kaporit untuk volume disinfeksi yang setara, karena dosis efektifnya jauh lebih kecil meski konsentrasi aktifnya tinggi.

 

Pertanyaan Umum tentang Teknologi Nano Akuakultur FisTx

Apakah nano silver aman dicampur ke pakan udang? Ya. Nano Silver FisTx memiliki pH netral (8) dan dirancang khusus untuk dicampur pakan dengan dosis pencegahan 0,05 ppt, sehingga aman dikonsumsi udang secara rutin tanpa mengganggu proses hidupnya.

Berapa dosis Nano Disinfektan untuk kolam udang? Dosis pencegahan Nano Disinfektan (nano copper) FisTx adalah 0,05 ppm setiap 7–14 hari, dan dosis pengobatan 0,1 ppm setiap 3 hari hingga mortalitas menurun signifikan, disesuaikan dengan volume air kolam aktual.

Apa bedanya teknologi nano dengan disinfektan kimia biasa seperti kaporit? Disinfektan konvensional bekerja di permukaan sel dan cenderung punya efek samping iritasi serta durasi perlindungan pendek. Teknologi nano menembus langsung struktur sel patogen pada skala nanometer, sehingga efikasinya lebih tinggi, dosis pemakaian lebih kecil, dan risiko resistensi bakteri jauh lebih rendah.

 

FisTx, Solusi Teknologi Nano Akuakultur Terdepan di Indonesia

Sebagai perusahaan teknologi akuakultur pertama di Indonesia yang memproduksi dan menerapkan teknologi nano untuk biosekuriti tambak, FisTx menghadirkan Nano Silver dan Nano Disinfektan sebagai solusi terintegrasi: satu untuk pakan, satu untuk air, sama-sama teruji di lapangan dan aman bagi udang dan ikan. Hubungi tim FisTx untuk konsultasi dosis dan protokol aplikasi sesuai kondisi kolam Anda.